

Medan | SuaraPrananta.com – Acara Silaturahmi Forkopimda Sumut yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumatera Utara di Hotel Grand Mercure, Jalan Sutomo, Medan, Rabu (18/12/2024), berakhir ricuh. Pertengkaran terjadi setelah pembagian amplop berisi uang kepada wartawan dihentikan secara mendadak, meninggalkan sekitar 60 wartawan tanpa bagian.
Pantauan di lokasi, pihak Kesbangpol Sumut awalnya membagikan amplop putih berisi uang kepada wartawan yang hadir. Namun, tanpa alasan jelas, pembagian dihentikan. Kondisi ini memicu adu argumen antara wartawan dan oknum Kesbangpol, bahkan melibatkan petugas keamanan hotel untuk mengusir wartawan yang protes.
“Amplopnya hanya Rp95 ribu per orang, tapi tidak semua mendapat bagian. Ini sangat tidak menghargai profesi kami,” ujar salah satu wartawan yang enggan disebutkan namanya.
Kejadian ini menimbulkan dugaan adanya penyalahgunaan anggaran oleh Kesbangpol Sumut. Informasi yang beredar menyebutkan, Pemprov Sumut telah mengalokasikan dana ratusan juta rupiah untuk acara ini, termasuk uang transport peliputan wartawan. Namun, jumlah yang diterima jauh dari ekspektasi, sehingga memunculkan kecurigaan adanya pemotongan dana.
Kepala Kesbangpol Sumut, Ir. Ardan Noor, M.M., hingga berita ini diterbitkan, belum memberikan tanggapan meskipun telah dihubungi melalui WhatsApp. Sikap bungkam ini semakin menimbulkan persepsi negatif terkait transparansi dan pengelolaan anggaran di Kesbangpol Sumut.
Para wartawan mendesak aparat penegak hukum untuk mengaudit anggaran acara ini dan menindak tegas oknum yang terlibat jika ditemukan penyalahgunaan. “Ini bukan hanya soal amplop, tapi soal penghormatan kepada profesi wartawan dan penggunaan dana publik yang harus transparan,” pungkas salah seorang wartawan.
(Zufrizal Tanjung)