Miris! Saleh Rangkuti Diculik, Diperas, Dianiaya di Arena Bilyard, Laporannya Sudah Masuk Polsek, Pelaku Masih Bebas

0
69

Medan | SuaraPrananta.com — Nasib tragis menimpa Saleh Rangkuti (24), seorang karyawan Warkop Anugrah, Simpang Unimed. Ia mengaku menjadi korban penculikan, pemerasan, dan penganiayaan brutal oleh sekelompok orang di dua lokasi bilyard di Jalan Selamat Kataren, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Peristiwa ini bermula pada Jumat malam (4/7/2025), saat Saleh mengetuk pintu kamar seorang wanita bernama Angel di gedung Arena Bilyard, tempat ia juga tinggal sebagai anak kos. “Saya hanya ingin minta maaf, karena merasa mungkin ada salah. Angel teman saya, sering pinjam HP juga,” ungkap Saleh kepada wartawan, Rabu (9/7/2025).

Namun, niat itu justru berbuntut petaka. Angel yang merasa terganggu, melapor kepada Brian, pemilik Arena Bilyard. Keesokan harinya, Sabtu (5/7/2025), sekitar pukul 11.00 WIB, Brian datang dan menginterogasi Saleh dengan kata-kata kasar, lalu membenturkan kepalanya ke tembok di lantai tiga tempat kos.

Tak cukup di situ, Saleh kemudian diseret ke bawah sambil terus dipukuli. Ia lalu dibawa ke lokasi lain, Jiwa Raga Bilyard, oleh pria yang disebut sebagai abang Brian. Di sana, ia kembali menjadi bulan-bulanan. “Ada enam orang yang memukuli saya, termasuk Angel,” beber Saleh.

Ironisnya, Saleh juga dipaksa membayar ganti rugi Rp2 juta. Karena tak sanggup membayar, dua unit ponsel yang ditawarkan sebagai gantinya ditolak. “Mereka bilang HP saya tidak layak dijadikan pengganti,” ucapnya.

Tak berhenti di situ, Saleh pun diancam akan dibawa ke kantor polisi. Bahkan, seorang pria yang mengaku sebagai oknum polisi turut hadir dan ikut menginterogasi. Sekitar pukul 19.00 WIB, Saleh dibonceng bertiga oleh Brian dan pria yang diduga oknum polisi tersebut dengan dalih akan dibawa ke kantor polisi.

Namun kenyataannya, ia justru diturunkan di kawasan Jalan Gereja, Medan Timur. Di tempat itu, Saleh kembali dipukul dan ditinggalkan dalam keadaan babak belur. Warga yang melihat kejadian itu kemudian menghubungi pihak Warkop Anugrah untuk menjemputnya.

Kini, Saleh menjalani perawatan jalan di RS Haji Medan. Ia sudah membuat laporan resmi ke Polsek Medan Tembung dengan nomor: STTLP/B/1027/VII/2025/SPKT/POLSEK MEDAN TEMBUNG/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMUT.

“Saya hanya ingin keadilan. Saya sudah buat laporan, saya minta tolong Pak Polisi segera tangkap para pelaku,” harap Saleh dengan nada sedih.

Sementara itu, Ketua LPM Desa Medan Estate, Makmur Rusman Siregar, turut mengecam kejadian tersebut dan mendesak pihak kepolisian untuk bertindak tegas.

“Miris sekali. Ini bukan sekadar penganiayaan, tapi mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas di lokasi seperti bilyard ini. Mereka buka sampai pagi, diduga tanpa izin jelas. Polsek Medan Tembung harus bertindak! Jangan sampai tempat hiburan jadi sarang kejahatan,” tegas Rusman.

Ia meminta agar Arena Bilyard dan Jiwa Raga Bilyard diselidiki, bahkan digerebek bila terbukti melanggar izin operasional atau menjadi tempat terjadinya tindak pidana.

(Ril)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini