“Kehadiran Istri Calon Bupati Deli Serdang di Pengajian Akbar Tanpa Undangan Jadi Kontroversi”

0
168

Tanjung Morawa | SuaraPrananta.com – Kehadiran rombongan istri calon bupati dan wakil bupati Deli Serdang nomor urut 2, dr. Jelita Br. Siregar dan Asniar, di acara pengajian akbar yang diadakan di Desa Dagang Kerawan, Kecamatan Tanjung Morawa, menuai kontroversi. Pengajian yang rutin dilaksanakan setiap dua bulan sekali ini murni untuk mempererat silaturrahmi antar umat, dan tidak seharusnya digunakan sebagai ajang kampanye.

Ketua Pengajian Akbar Kecamatan Tanjung Morawa, Umi Nuriah SAg, mengungkapkan bahwa acara ini tidak mengundang calon kepala daerah manapun, termasuk pasangan nomor urut 2. Namun, berdasarkan informasi yang diterima, rombongan yang hadir tidak hanya tanpa undangan, tetapi juga hadir tanpa koordinasi dengan panitia pengajian. “Kehadiran mereka sangat mengejutkan kami. Acara ini sudah lama berjalan tanpa ada keterlibatan politik, dan kami sangat menyayangkan keputusan Kepala Desa Dagang Kerawan yang mengundang mereka tanpa berkonsultasi dengan kami,” ujar Umi Nuriah.

Kehadiran istri calon bupati tersebut membuat suasana menjadi gaduh. Beberapa peserta pengajian mengaku merasa heran karena rombongan tersebut datang tanpa mengikuti prosedur yang ada. “Kalau mereka ingin bergabung, seharusnya mereka terdaftar sebagai anggota perwiritan kami,” ujar salah seorang peserta.

Setelah terungkap bahwa rombongan tersebut adalah istri dan tim sukses dari pasangan calon bupati, banyak ibu-ibu yang merasa malu dan kecewa. Mereka merasa acara yang selama ini berlangsung khidmat kini ternodai oleh manuver yang tidak sesuai dengan tujuan pengajian. “Ini sangat memalukan. Seharusnya acara agama ini tidak dijadikan ajang dukungan politik,” tegas salah satu peserta.

Menanggapi kontroversi ini, Umi Nuriah mengingatkan bahwa acara pengajian akbar merupakan ajang murni untuk mempererat tali silaturrahmi antar umat, tanpa ada unsur kampanye atau dukungan terhadap calon manapun. “Kami sangat menyayangkan tindakan oknum yang mengundang pihak-pihak yang tidak terdaftar, apalagi dengan tujuan politik. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.”

Sementara itu, terkait kehadiran Ibu Pepen, istri dari pasangan calon bupati nomor urut 3, Yusuf Siregar, yang juga hadir meski tidak diundang, panitia menegaskan bahwa beliau merupakan salah satu pendiri dan penasehat pengajian akbar ini, sehingga kehadirannya dianggap sah dan sesuai dengan aturan yang ada.

(Abd. Halim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini