

Medan | SuaraPrananta.com — Suasana duka dan haru menyelimuti Balai Persemayaman Angsapura, Jalan Waja No. 2, Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Selasa malam (8 Juli 2025). Satu demi satu pelayat berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Chen Kim Hing, ayahanda tercinta dari Ibu Licen, Bendahara Komunitas Indonesia Semua Suku (KISS), yang wafat dalam usia senja dengan tenang dan damai.

Di antara para pelayat, tampak hadir Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, yang secara khusus datang melayat dan menyampaikan langsung ungkapan duka kepada keluarga besar almarhum. Ia hadir bersama Hendrik, Wakil Ketua Umum (Waketum) Bidang Sosial DPP TKN Kompas Nusantara, Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos, dan Helmi Pasaribu, anggota DPP TKN Kompas Nusantara.
Kehadiran mereka menjadi wujud penghormatan dan solidaritas terhadap sosok Ibu Licen, yang selama ini dikenal sebagai perempuan tangguh, aktif dalam kegiatan sosial lintas suku dan agama, serta menjadi penghubung yang erat antar komunitas di Kota Medan.
Kami dari TKN Kompas Nusantara menyampaikan duka yang sangat mendalam atas wafatnya Ayahanda dari Ibu Licen. Semoga keluarga diberi kekuatan dan ketabahan, dan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, ujar Adi Warman Lubis di hadapan awak media, dengan penuh empati.
Mendiang Chen Kim Hing semasa hidupnya dikenal sebagai pribadi rendah hati, penuh cinta kasih, serta memegang teguh prinsip hidup yang bijaksana. Ia merupakan figur ayah yang disegani dan dihormati oleh banyak kalangan, khususnya di komunitas Tionghoa Medan. Nilai-nilai kehidupan yang diwariskannya kini menjadi cermin bagi generasi penerusnya, termasuk Ibu Licen.
Upacara persemayaman yang berlangsung dalam suasana khidmat dijalankan dengan tata cara tradisi Tionghoa yang penuh penghormatan. Prosesi doa, pembakaran dupa, serta penghormatan dari keluarga besar dan kerabat memperlihatkan bahwa duka ini bukan hanya dirasakan oleh keluarga inti, tetapi juga oleh masyarakat luas yang mengenal almarhum.
Dodi Rikardo Sembiring, yang turut mendampingi Ketum Adi Warman Lubis, menyampaikan pesan persaudaraan dan nilai kemanusiaan yang universal dalam suasana duka tersebut.
Kehadiran kami bukan hanya sebagai rekan, tetapi sebagai saudara sebangsa yang turut merasakan kehilangan. Kota Medan adalah rumah bersama bagi semua golongan. Duka ini adalah duka kita bersama, ucap Dodi dengan penuh ketulusan.
Senada dengan itu, Helmi Pasaribu menegaskan pentingnya penghormatan terhadap orang tua sebagai bagian dari akar kebudayaan yang luhur.
Melihat ketulusan keluarga ini dalam menjaga nilai dan tradisi, kami merasa terhormat bisa berada di tengah-tengah keluarga besar ini malam ini, ungkapnya.
Hendrik, sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Sosial DPP TKN Kompas Nusantara, juga menyampaikan apresiasi atas nilai-nilai kekeluargaan yang ditunjukkan oleh keluarga almarhum dalam menjalankan tradisi.

Nilai-nilai seperti ini harus terus dirawat dan diwariskan. Keluarga besar ini telah memberi contoh bagaimana menghadapi kehilangan dengan tetap menjunjung tinggi budaya dan persaudaraan, ucap Hendrik.
Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan pada Kamis (10 Juli 2025) di pemakaman keluarga setelah seluruh prosesi adat dan keagamaan selesai dilaksanakan secara penuh penghormatan.
Dalam nuansa duka yang mendalam ini, doa-doa terus mengalir dari segenap pelayat lintas suku, agama, dan komunitas. Semoga mendiang Chen Kim Hing beristirahat dengan tenang dalam keabadian, dan nilai-nilai luhur yang telah ia tanamkan menjadi cahaya penuntun bagi keluarga dan masyarakat luas.
(Redaksi)